dia…
dia yang menerima aku apa adanya…
dia yang mencintai aku seutuhnya…
dia yang merinduku tiap saat…
saat jauh maupun dekat,
saat pagi, siang, sore, dan malam,
saat hujan mengguyur, maupun panas membakar ubun-ubun
saat ku sakit, sehat, mungkin juga ketika sakratul maut mengintai
aku yakin dia tetap merinduku
hatinya semurni air susu ibu
cintanya setulus kasih sayang ibu kepada buah hatinya
tak bisa ku jauh
tak bisa ku tolak
tak bisa ku pungkiri semua
yang telah terjadi
yang telah dia beri
yang dia lakukan
dia…
pancarkan cahaya cinta
hembuskan aroma kesetiaan
dia…yang mencintaiku sekarang, esok, lusa, dan selamanya
matanya sejukkan kalbuku
rambutnya ingatkan ku keindahan
senyumnya bangkitkan emosiku, emosi akan cinta dan pengorbanan
bibirnya adalah hasratku
tangisnya pereda amarahku
kata-kata yang terucap dari lidahnya, semangatku
anugerah terindah
kekasih terhebat
teman dan sahabat terbaik
dia…hanya dia yang ku punya
hanya dia yang kucinta selain keluargaku
dia…
wanita yang bisa membuatku menangis selain ibuku
dia…wanita yang ku cinta
ingin ku gapai mimpi bersamanya…
jalani masa-masa akhir hidup kudengannya…
tak ingin ku lepas
tak ingin ku khianati kesucian cintanya
satu inginku
satu mimpiku
satu citaku
dia…wanita terakhir dalam kisah cintaku
aku sayang, cinta, rindu dia
selamanya……